Pages

Thursday, July 29, 2010

Wednesday, July 28, 2010

TRIK PENGANTEN BARU


Pernikahan merupakan fase paling indah dan berkesan bagi manusia sepanjang hidup mereka. Perasaan ini, nyaris berlaku bagi siapapun. Tak terkecuali Anda yang mungkin sebentar lagi akan meninggalkan masa lajang Anda.

Tatkala hiruk-pikuk pesta telah selesai, dan para tamu telah pulang. Badan penat pun sejenak dilupakan, ketika Anda dan istri Anda telah memasuki kamar pengantin baru.

Apa yang selanjutnya Anda lakukan lazimnya pasangan pengantin baru? Jangan dulu tergesa-gesa berkencan. Ada baiknya Anda mengikuti tuntunan Islam tatkala memasuki malam pengantin baru Anda.

Sebelum itu, agar suasana tegang tidak selalu menggayuti Anda berdua, peluklah istri Anda dengan hangat dan penuh keakraban. Sembari mengucapkan kata, "selamat datang dinda, semoga dinda, dengan izin Allah, menjadi pasangan kanda yang setia".

Setelah itu duduklah dulu dengan santai untuk menghilangkan kepenatan. Tak ada salahnya, Anda ngobrol secukupnya dengan topik ringan seputar pengalaman menjadi pengantin baru yang barusan saja Anda berdua lalui. Bila rasa penat telah hilang, ajaklah pasangan Anda berwudlu untuk melakukan sholat bersama.

Syaikh Al-Bani hafidhahullah, menyebutkan dalam kitabnya Adabuz Zifaf hal 20-23, Disunnahkan bagi kedua pengantin untuk shalat dua raka'at bersama, karena itu diriwayatkan dari ipara salaf. Dalam masalah ini, kata beliau, ada dua atsar (riwayat).

Pertama, dari Abu Sa'id maula Usaid, ia mengatakan; Aku menikah, sedangkan aku seorang budak. Maka aku mengundang segolongan sahabat Nabi SAW. Di antara mereka ada Ibnu Mas'ud, Abu Dzar dan Hudzaifah rahiyallahu anhum. Dan kemudian shalat didirikan, lalu Abu Dzar radhiyallahu 'anhu maju ke depan. Maka mereka mengatakan, "Jangan".

Dia berkata; "Apakah demikian?"

Mereka mengatakan; "Ya!"

Maka aku maju mengimami mereka, sedangkan aku seorang budak. Dan kemudian mereka mengajariku dengan berkata; "Jika engkau mendatangi istrimu, maka shalatlah dua raka'at, kemudian mintalah kepada Allah terhadap apa yang masuk kepadamu, dan berlindunglah dari kejelekannya, kemudian keadaanmu dan istrimu."

Kedua, dari Syaqiq, ia berkata; Seorang laki-laki yang bernama Abu Hariz datang sambil mengatakan; "Aku menikahi seorang perempuan dan aku takut kalau dia marah kepadaku."

Maka Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu berkata; "Sesungguhnya rasa kasih itu dari Allah dan marah dari syaithan. Dia (syaithan) ingin membuat kalian tidak suka kepada apa yang dihalalkan-Nya. Jika datang kepadamu, suruhlah dia sholat dua raka'at di belakangmu."

Dalam riwayat lain ditambahkan; dari Ibnu Mas'ud berkata: "Ya Allah, berilah barokah bagiku pada keluargaku dan barakahilah bagi mereka padaku. Ya Allah, kumpulkanlah kami dengan baik dan pisahkan kami jika Engkau ingin memisahkan, kepada kebaikan."

Itulah sunnah sahabat untuk memasuki pernikahan barokah. Salah satunya memanggil kerabat ke rumah kita untuk dapat sholat bersama sebagai shodaqoh bagi kita. Selanjutnya kita melaksanakan sholat dua raka'at berjama'ah bersama istri. Jangan lupa, pasangan pengantin baru juga disunnahkan untuk berdoa bersama (redaksi doa sengaja tidak dicantumkan).

Jika tidak bisa mengajak sahabat-sahabat kita sholat berjama'ah bersama di rumah kita, minimal kita melaksanakan sholat berjama'ah dua raka'at bersama istri lalu berdoa bersama. Namun sayang, kedua kebiasaan baik itu sudah kian terasing dari kehidupan kaum Muslimin. Mungkin salah satu penyebabnya, umat Islam lebih menghormati dan meninggikan tuntutan adat ketimbang tuntunan syari'at.

source code : tentang-pernikahan.com

Thursday, July 15, 2010

ADA HOTSPOT DI CNC

Kini telah disediakan layanan Hot Spot di Areal sekitar cNc Square dengan jangkauan hingga alun -alun Batang jika anda menggunakan Laptop, Manfaatkan kesempatan bagus ini. Karena layanan umum ini hanya beberapa bulan saja . Untuk selanjutnya agar bisa menikmati sinyal hotspot kami bisa menghubungi kami di email cncdigitalart@gmail.com atao YM :esaptono. Selamat menikmati

Saturday, July 10, 2010

JILBAB BERMODEL PENGANTIN JAWA

Bagi Anda yang ingin menggunakan tema adat Jawa untuk akad nikah,maka Anda dapat mencoba kreasi jilbab yang satu ini. Dengan kreasi jilbab lapis dan tambahan ronce melati,membuat Anda terlihat lain dari yang dulu.

1. Kenaikan jilbab putih.Semat dengan peniti di bagian belakang.Lipat jilbab bagian belakang agar konde tidak tertutupi.
2. Ambil jilbab kedua,bentuk seperti bandana,letakkan di atas jilbab kedua,ikat di bagian belakang. Lalu untuk membuat lapisan ketiga, tarik jilbab pertama dan letakkan di atas jilbab kedua.Semangatkan dengan peniti di bagian belakang.
3. Ambil salah satu sisi jilbab untuk menutupi leher.Lalu sisa jilbab di belakang bentuk menjadi bunga di bagian kiri bawah jilbab sampai ke belakang dengan cara mengurutkannya.
4. Pasang ronce konde untuk menutupi konde Anda.Rapikan dan sematkan dengan jarum.
5. Ambil ronce melati panjang,dan pasangkan di bagian samping yang tidak ada bunga.Sematkan dengan peniti.
6. Pasangkan bandana bunga di atas konde.Sematkan dengan jarum.
7. Pilih korsase berwarna senada dengan salah satu jilbab dan busana.Sematkan di atas bunga yang sudah Anda buat dari jilbab.
8. Tambahan tusuk konde di depan bandana bunga. Jilbab pengantin khas adat Jawa siap di kombinasikan dengan kebaya akad nikah Anda.





sumber :pakaian.biz

PANDUAN PERNIKAHAN ADAT JAWA

BUKU PANDUAN

PANITIA PERNIKAHAN



Putri Pertama dari Bapak & Ibu

Dengan



Putra Pertama dari Bapak & Ibu

Akad Nikah

,



Resepsi

,



“Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya diciptakanNya untukmu pasangan hidup dari jenismu sendiri supaya kamu mendapat ketenangan hati dan dijadikanNya kasih sayang diantara kamu. Sesungguhnya yang demikian menjadi tanda-tanda kebesaranNya bagi orang-orang yang berfikir”

[Q.S. Ar Ruum ayat 21]

“Semoga Allah menghimpun yang terserak dari keduanya, memberkati mereka berdua, dan kiranya Allah meningkatkan kualitas keturunan mereka menjadikannya pembuka pintu rahmat sumber-sumber ilmu dan hikmah serta rasa aman bagi umat”

[do’a Rasulullah SAW pada pernikahan Fatimah Az Zahra dengan Ali bin Abu Thalib]

SUSUNAN PANITIA PELAKSANA & PEMERAN ACARA PERNIKAHAN

. DAN

1 Pemangku Hajat

2 Besan

3 Calon Pengantin

4 Penasehat




5 Ketua

Wakil Ketua I

Wakil Ketua II



6 Sekretaris I

Sekretaris II


7 Bendahara I

Bendahara II


8 Koord. Acara Rumah
Pembawa Acara / MC :

Pengajian/Siraman/Midodareni/Akad Nikah/ Panggih/Resepsi

Qori (Akad Nikah)
PIC Penghulu Nikah
PIC Perias
PIC Perlengkapan (Tenda, Kursi, Meja, Karpet, AC Lantai, sound system dll)
PIC Dekorasi Rumah
PIC Dokumentasi
PIC Pengajian
PIC Siraman
PIC Konsumsi
PIC Tambah Daya (Rumah)
PIC Transportasi
PIC Akomodasi
PIC Keamanan
9 Koord. Acara Gedung
Pembawa Acara / MC
Pendamping MC
PIC Dokumentasi
PIC Dekorasi Gedung
PIC Katering Gedung
PIC Teknik Gedung (Listrik, AC, Sound System)
PIC Perias
PIC Keamanan & Supervisi Buku Tamu / Angpow
PIC Souvenir
10 Koord. Penerima Tamu
Penerima Tamu (1)
Penerima Tamu (2)
Penerima Tamu (3)
Penerima Tamu (4)
Penerima Tamu (5)
Penerima Tamu (6)
Penerima Tamu (7)
Penerima Tamu (8)
Penerima Tamu (9)
Penerima Tamu (10)
Penerima Tamu (11)
Penerima Tamu (12)
11 Koord. Among Tamu
Among Tamu (1)
Among Tamu (2)
Among Tamu (3)
Among Tamu (4)
Among Tamu (5)
Among Tamu (6)
Among Tamu (7)
Among Tamu (8)
Among Tamu (9)
Among Tamu (10)
Among Tamu (11)
Among Tamu (12)
Among Tamu (13)
Among Tamu (14)
Among Tamu (15)
12 Koord. Chaperone Tamu VVIP
Chap. Tamu VVIP (1)
Chap. Tamu VVIP (2)
Chap. Tamu VVIP (3)
Chap. Tamu VVIP (4)
Chap. Tamu VVIP (5)

RINCIAN TUGAS PANITIA PELAKSANA

ACARA PERNIKAHAN DAN

No

Panitia


Tugas
1 Penasehat Memberikan masukan kepada Panitia mengenai tata cara pelaksanaan Upacara Pernikahan
2 Ketua Panitia

* Bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan seluruh jajaran panitia
* Memimpin rapat panitia pernikahan
* Mengawasi dan mengkoordinasikan jalannya keseluruhan pelaksanaan acara pernikahan.

3 Wakil Ketua Perwakilan dari ketua, bila ketua panitia tidak ada maka wakil ketuanya yang menggantikan (Sebaiknya wakil ketua dan Koord Acara Akad Nikah dan Resepsi menjadi jabatan rangkap)
4 Sekretaris
5 Bendahara
6 Koord. Acara Pengajian dan Selamatan

* Mengkoordinir jalannya acara pengajian dan selamatan.
* Mengepalai seluruh panitia yang berhubungan dengan acara pengajian dan selamatan
* Mengambil keputusan terhadap jalannya acara Pengajian dan Selamatan

7 Koord. Acara Siraman

* Mengkoordinir jalannya acara siraman.
* Mengepalai seluruh panitia yang berhubungan dengan acara siraman.
* Mengambil keputusan terhadap jalannya acara siraman.

8 Koord. Acara Midodareni

* Mengkoordinir jalannya acara midodareni.
* Mengepalai seluruh panitia yang berhubungan dengan acara midodareni.
* Mengambil keputusan terhadap jalannya acara midodareni.

9 Koord. Acara Akad Nikah

* Mengkoordinir jalannya acara akad nikah.
* Mengepalai seluruh panitia yang berhubungan dengan acara akad nikah.
* Mengambil keputusan terhadap jalannya acara akad nikah.

10 Koord. Acara Resepsi

* Mengkoordinir jalannya acara resepsi.
* Mengepalai seluruh panitia yang berhubungan dengan acara resepsi.
* Mengambil keputusan terhadap jalannya acara resepsi.

11 Pembawa Acara / MC : Mempimpin jalannya acara
12 Pendamping MC Membantu MC untuk memantau jalannya acara.
13 Qori (Akad Nikah) Membacakan Al Quran pada saat Akad Nikah
14 PIC Penghulu Nikah

* Membantu persiapan surat-surat nikah Calon Pengantin ke KUA
* Bertanggung Jawab untuk memastikan penghulu nikah hadir pada saat acara akad nikah tepat waktu. (Menjemput Penghulu Nikah)
* Berhubungan dan berkoordinasi langsung terhadap penghulu nikah

15 PIC Perias

* Bertanggung Jawab untuk memastikan Perias pengantin hadir pada acara pernikahan tepat wakty (Menjemput Perias)
* Memastikan seluruh bawaan dan kebutuhan Perias terpenuhi
* Berhubungan dan berkoordinasi langsung terhadap Perias

16 PIC Perlengkapan (Tenda, Kursi, Meja, Karpet, AC Lantai, sound system dll) Persiapan Tenda :

* Mengecek kelengkapan tenda yang akan dipasang
* Mengawasi pelaksanaan pendirian tenda sampai selesai

Pengajian :

* Mengecek tempat dilaksanakan pengajian (karpet sudah di gelar, sound system, MIC)
* Memastikan buku / suvenir pengajian sudah tersedia dan siap dibagikan setelah acara selesai (Koordinasikan dengan PIC Suvenir dan Angpow)
* Memastikan Al-Quran yang akan dibaca saat pengajian sudah siap
* Dlsbgnya..

Siraman :

* Mengecek kesiapan tempat dilaksanakan siraman (tempat sungkeman CP sebelum siraman, tempat siraman, tempat duduk tamu, sound system, MIC)
* Memastikan perlengkapan siraman sudah pada tempatnya (air siraman,tempat air siraman, gayung siraman)
* Memastikan suvenir siraman sudah tersedia dan siap dibagikan untuk para pini sepuh yang melakukan siraman. (Koordinasikan dengan PIC Suvenir dan Angpow)
* Dlsbgnya

Midodareni :

* Mengecek kesiapan tempat dilaksanakan midodareni (tempat duduk CPP, tempat duduk keluarga CPP dan CPW, tempat duduk tamu, sound system, MIC)
* Menyiapkan Catur Wedha
* Dlsbgnya

Akad Nikah :

* Mengecek kesiapan tempat pelaksanaan akad nikah
* Mengecek kesiapan perlengkapan upacara adat (Koordinasikan dengan Perias)
* Mengecek Sound System baik bagian MC, terutama bagian musik gamelan apakah suara musik dapat di dengar di seluruh ruangan
* Mengecek bangku-bangku untuk para tamu
* Mengecek bangku tempat pelaksanaan akad nikah
* Mengecek bagian penjaga buku tamu, apakah perlengkapan mereka sudah siap semua ( buku tamu, spidol, angpow)
* Mengecek suvenir, apakah tempat suvenir / suvenir itu sendiri apakah sudah ada
* Dlsbgnya

Resepsi

* Mengecek kesiapan tempat pelaksanaan Resepsi
* Mengecek Sound System baik bagian MC, terutama bagian musik gamelan apakah suara musik dapat di dengar di seluruh ruangan
* Mengecek bangku-bangku untuk para tamu
* Mengecek bangku tempat pelaksanaan akad nikah
* Mengecek bagian penjaga buku tamu, apakah perlengkapan mereka sudah siap semua ( buku tamu, spidol, angpow)
* Mengecek suvenir, apakah tempat suvenir / suvenir itu sendiri apakah sudah ada
* Dlsbgnya

17 PIC Dekorasi Rumah

* Mengecek dekorasi pelaminan
* Mengecek dekorasi tempat siraman
* Mengecek dekorasi kamar pengantin
* Mengecek dekorasi keseluruhan di dalam ruangan maupun di luar ruangan.
* Mengecek dekorasi bunga
* Mengecek dekorasi katering
* Pengecekan dekorasi disesuaikan dengan gambar layout dekorasi dari vendor dekorasi
* Berhubungan dan berkoordinasi langsung dengan vendor dekorasi dan katering rumah.

18 PIC Dekorasi Gedung

* Mengecek dekorasi pelaminan
* Mengecek dekorasi ruangan
* Mengecek dekorasi bunga
* Mengecek dekorasi ruang VVIP
* Mengecek dekorasi katering
* Mengecek dekorasi tempat buku tamu
* Pengecekan dekorasi disesuaikan dengan gambar layout dekorasi dari vendor dekorasi
* Berhubungan dan berkoordinasi langsungd engan vendor dekorasi dan katering gedung

19 PIC Dokumentasi

* Memastikan petugas dokumentasi siap ditempat sebelum acara dimulai
* Memastikan perlengkapan dokumentasi sudah disiapkan dengan baik (CCTV, Layar, Kamera dll)
* Berhubungan dan berkoordinasi langsung dengan vendor liputan dan dokumentasi

20 PIC Konsumsi Rumah

* Memastikan persiapan makanan untuk CPW (saat menjelang Siraman dan menjelang Midodareni)
* Memastikan persiapan rantang untuk CPP (diberikan setelah acara midodareni selesai)
* Memastikan snack pengajian siap. Harap dikoordinasikan pembagiannya setelah pengajian selesai.
* Memastikan snack akad nikah siap. Harap dikoordinasikan pembagiannya dengan para penerima tamu.
* Memastikan snack untuk para petugas panitia.
* Mengecek bagian konsumsi, apakah semua makanan yang dijanjikan sudah dikeluarkan, jangan sampai ada kecurangan dari pihak katering rumah
* Mengecek makanan mana saja yang harus ditambah dan yang harus diganti pada saat acara di rumah untuk segera dilaporkan kepada pihak vendor katering rumah. Jangan sampai ada makanan yang kosong
* Pada saat acara selesai, jika ada sisa makanan membantu membagi dua sisa makanan dengan dibantu para tenaga kerja katering rumah.
* Berhubungan dan berkoordinasi langsung dengan vendor katering rumah.

21 PIC Konsumsi Gedung

* Memastikan persiapan makanan untuk CPW dan CPP(saat menjelang resepsi)
* Memastikan persiapan makanan untuk panitia yang bertugas (saat menjelang resepsi)
* Memastikan persiapan makanan di tempat VVIP
* Mengecek bagian konsumsi, apakah semua makanan yang dijanjikan sudah dikeluarkan, jangan sampai ada kecurangan dari pihak katering rumah
* Mengecek makanan mana saja yang harus ditambah dan yang harus diganti pada saat acara di rumah untuk segera dilaporkan kepada pihak vendor katering gedung. Jangan sampai ada makanan yang kosong
* Pada saat acara selesai, jika ada sisa makanan membantu membagi dua sisa makanan dengan dibantu para tenaga kerja katering gedung.
* Berhubungan dan berkoordinasi langsung dengan vendor katering gedung.

22 PIC Tambah Daya (Rumah)

* Bertanggung Jawab untuk memastikan listrik di rumah agar tidak padam pada saat jalannya acara terutama acara akad nikah.

23 PIC Transportasi

* Bertugas, mengecek masing-masing keluarga, apakah kendaraan untuk saudara dan panitia sudah tersedia
* Mengetahui jumlah kendaraan yang ada, dan yang stand by sehingga jika pada saat salah satu panitia membutuhkan kendaraan dapat menginformasikan kendaraan mana yang dapat digunakan

24 PIC Akomodasi
25 PIC Suvenir dan Angpow

* Menyiapkan dan mengecek suvenir pengajian
* Menyiapkan dan mengecek suvenir siraman
* Menyiapkan dan mengecek angsul-angsul untuk CPP
* Menyiapkan dan mengecek seserahan untuk CPW
* Menyiapkan dan mengecek suvenir akad nikah
* Menyiapkan dan mengecek suvenir resepsi
* Memastikan angpow sudah tersedia pada tempatnya (akad nikah dan resepsi)
* Memastikan keamanan angpow
* Bertanggung jawab terhadap kunci angpow dan bekerjasama dengan koord. Penerima tamu mengenai perihal angpow.

26 PIC Keamanan dan Parkir

* Menjaga keamanan sekitar rumah dan gedung dan juga ketertiban tamu yang datang
* Mengusir pihak yang tidak berkepentingan dan mengganggu jalannya acara
* Berhubungan dan berkoordinasi langsung dengan pihak keamanan rumah (satpam) dan pihak keamanan gedung

27 PIC Penghubung Pihak CPP

* Melakukan koordinasi dengan pihak CPP

28 Koord. Penerima Tamu/Penjaga Buku Tamu

* Menkoordinir para penerima tamu serta melakukan briefing penerima tamu/penjaga buku tamu sebelum acara berlangsung
* Tugas Penerima Tamu/Penjaga Buku Tamu :
o Memastikan bahwa masing-masing tamu hanya mendapat satu jenis souvenir
o Membantu mengarahkan tamu yang tidak membawa kartu undangan
o Tidak memperbolehkan satupun orang untuk membuka angpow2 (kecuali PIC Suvenir dan Angpow), apapun alasannya, jika terjadi pemaksaan, harap lapor kepada Koord Keamanan.
o Angpow tidak boleh ditinggalkan sebelum diambil alih oleh PIC Suvenir dan Angpow.

Koord. Among Tamu

* Mengkoordinir para among tamu serta melakukan briefing among tamu sebelum acara berlangsung
* Pastikan among tamu sudah berdiri pada tempat yang sudah ditentukan masing-masing
* Tugas Among Tamu :
o Mewakili keluarga untuk menerima tamu
o Mengarahkan tamu untuk berada pada barisan dan antrian yang benar

30 Koord. Chaperon Tamu VVIP

* Bertanggung jawab untuk menyambut, mengantar tamu VVIP ke pelaminan serta menunjukkan jalan ke Ruang VVIP
* Memberi tahu MC mengenai kedatangan tamu VVIP

SUSUNAN KEGIATAN ACARA PERNIKAHAN

DAN

Kamis,

* jam 09:00 Pasang Tenda dan Persiapan Acara Pengajian, Siraman, Midodareni

dan Akad Nikah

Jum’at,

* jam 13:00 Pengajian
* Jam 14:00 Pasang Blaketepe dan Tuwuhan
* jam 14:30 Siraman Calon Pengantin Wanita
* jam 15:00 Siraman Calon Pengantin Pria
* jam 19:00 Malam Midodareni

Sabtu,

* jam 08:00 Akad Nikah
* jam 19:00 Resepsi

PASANG TENDA DAN

PERSIAPAN ACARA SIRAMAN, MIDODARENI DAN AKAD NIKAH

Hari/tanggal :

Tempat :

Penanggung Jawab :

Jam :

Busana :

No.


Waktu


Kegiatan


Catatan
1 PLN pasang tambah daya
2 08.50 Menyiapkan tumpeng untuk selamatan.
3 09.00 Pembukaan upacara slametan yang dihadiri oleh para santri dan pekerja pemasang tarub
4 09.15 Slametan dimulai
5 09.45 Slametan Selesai
6 10.00

* Pemasangan Tenda
* Penempatan Kursi Tamu
* Dekorasi untuk tempat siraman, pelaminan serta kamar pengantin dikerjakan
* Perlengkapan Upacara Adat Siraman, Pasang Blaketepe Disiapkan :
o Air untuk siraman disiapkan ditaro kedalam toples, diberi label dan di masukkan ke dalam kulkas
o Tempat Katering di siapkan


7 07.00

* Tenda selesai dipasang
* Kursi Tamu sudah pada tempatnya
* Dekorasi Tempat Siraman, Pelaminan Serta Kamar Pengantin Sudah Siap
* Perlengkapan Upacara Adat sudah pada tempatnya
* Tempat Katering serta dekor catering sudah siap
* Penjemputan Juru Rias Pengantin



PENGAJIAN

Hari/tanggal :

Tempat :

Jam :

Pakaian :

No.


Waktu


Kegiatan


Catatan
1 06.00 Penyiapan rumah untuk acara pengajian ibu-ibu sekitar 75 orang.

Karpet, sound system, fotokopi bacaan yang mau dibaca, souvenir pengajian

2 12:30

* Ibu-ibu pengajian sudah hadir di tempat dan bisa memulai acara pengajian
* Disiapkan buku tamu, ballpoint dan tempat souvenir
* Buku panduan pengajian dan snack dibagikan


3 13:00 Pelaksanaan acara pengajian ibu2, dipimpin oleh ibu <………….>.

Air Siraman disiapkan di tempat pengajian.

4 13:50 Pembagian cindera mata kepada para ibu-ibu pengajian
PASANG BLAKETEPE DAN TUWUHAN

Hari/tanggal :

Tempat :

Penanggung Jawab :

Jam :

Busana :

No.


Waktu


Kegiatan


Catatan
1 14.00 Pembukaan Acara pasang blaketepe dan tuwuhan
2 14.05 Pembacaan Doa
3 14.10 Pemasangan blaketepe dan tuwuhan

1. Ibu dan Bapak dengan menggunakan pakaian adat, siap di tempat upacara yang telah ditentukan
2. Bapak mulai naik tangga, untuk meletakkan blaketepe diatas atap
3. Setelah Bapak berada diatas tangga, ibu menyampaikan blaketepe kepada Bapak yang kemudian disusul dengan penyampaian bambu
4. Setelah Blaketepe di pasang Bapak dan Ibu melakukan upacara pasang Tuwuhan.
5. Pemasangan Tuwuhan dilakukan didepan pintu masuk rumah



Makna Upacara Pasang Blaketepe dan tuwuhan :

Merupakan tradisi membuat ’blaketepe’ atau anyaman daun kelapa untuk dijadikan atap atau peneduh resepsi manton. Tatacara ini mengambil ’wewarah’ atau ajaran Ki Ageng Tarub, salah satu leluhur raja-raja Mataram. Saat mempunyai hajat menikahkan anaknya Dewi Nawangsih dengan Raden Bondan Kejawan, Ki Ageng membuat peneduh dari anyaman daun kelapa. Hal itu dilakukan karena rumah Ki Ageng yang kecil tidak dapay memuat semua tamu, sehingga tamu yang diluar rumah diteduhi dengan payon daun kelapa itu. Dengan diberi ’payon’ itu ruang yang dipergunakan untuk para tamu Agung menjadi luas dan menampung seluruh tamu. Kemudian payon dari daun kelapa itu disebut ’tarub’, berasal dari nama orang uang pertama membuatnya. Tatacara memasang tarub adalah bapak naik tangga sedangkan ibu memgangi tangga sambil membantu memberikan ’blaketepe’ (anyaman daun kepala). Tatacara ini menjadi perlambang gotong royong kedua orang tua yang menjadi pengayom keluarga

Tuwuhan mengandung arti suatu harapan kepada anak uang dijodohkan dapat memperoleh keturunan, untuk melangsungkan sejarah keluarga .

Tuwuhan terdiri dari :

1. Pohon pisang raja yang buahnya sudah masak

Maksud dipilih pisang yang sudah masak adalah diharapkan pasangan yang akan menikah telah memiliki pemikiran dewasa atau telah masak. Sedangkan pisang raja mempunyai makna pengharapan agar pasangan yang akan dinikahkan kelak mempunyai kemakmuran, kemuliaan dan kehormatan seperti raja.

1. Tebu wulung

Tebu wulung berwarna merah tua sebagai gambaran tuk-ing memanis atau sumber rasa manis. Hal ini melambangkan kehidupan yang serba enak. Sedangkan makna wulung bagi orang Jawa berarti sepuh atau tua. Setelah memasuki jenjang perkawinan, diharapkan kedua mempelai mempunyai jiwa sepuh yang selalu beryindak dengan ’kewicaksanaan’ atau kebijakan

1. Cengkir Gadhing

Merupakan simbol dari kandungan tempat jabang bayi atau lambang keturunan

1. Daun randu dan pari sewuli

Randu melambangkan sandang, sedangkan pari melambangkan pangan. Sehingga hal itu bermakna agar kedua mempelai selalu tercukupi sandang dan pangannya.

1. Godhong apa-apa (bermacam-macam dedaunan)

Seperti daun beringin yang melambangkan pengayoman, rumput alang-alang dengan harapan terbebas dari segala halangan.

SIRAMAN CALON PENGANTIN WANITA DAN

JUAL DAWET

Hari/tanggal :

Tempat :

Penanggung Jawab :

Jam :

Busana :

No.


Waktu


Kegiatan


Catatan
1 15.00 Persiapan Upacara Siraman yaitu :

* mencampur air siraman yang meliputi :
o Kembang Setaman
o Mayang Jambe
o Air untuk memandikan (Berasal dari 7 sumber mata air yang berbeda : (1)……….. (2)………. (3)………… (4)………… (5)………… (6)…………….. (7)…………)
o Siwur
o Kain, handuk, kimono yang diletakkan/ditaruh didekat pemandian
o Klenting tempat air kembang setaman
o Kelapa yang dibelah untuk gayung mandi
o Jajan Pasar
o Tumpeng Robyong


2 14.35 9 Orang Sesepuh sudah siap di tempat siraman
3 14.35 Pengiriman air kembang (Tirto Perwitosari) untuk siraman ke tempat CPP,
4 14.40 CPW melakukan sungkem kepada Ayah-Ibu, bertempat di pelaminan, dipimpin langsung oleh MC
5 14.50 CPW menuju ke tempat siraman untuk melakukan siraman dengan diiringi para pini sepuh dan diapit oleh Bapak dan Ibu
6 14.55 Upacara Siraman dipimpin oleh MC diiringi oleh Gending Jawa : Semar Mantu

Jalannya Upacara :

1. Dimulai oleh Bapak dan dilanjutkan oleh Ibu

2. Urut-urutan yang melaksanakan Siraman :

1. Bapak/Ibu
2. Bapak/Ibu
3. Bapak/Ibu
4. Bapak/Ibu
5. Bapak/Ibu
6. Bapak/Ibu
7. Bapak/Ibu
8. Bapak/Ibu
9. Bapak/Ibu

3. Selesai siraman, bapak memegang air kendil dan menuangkannya untuk CPW berwudhu. Setelah selesai ibu menutup dengan menyiram air klenting, terus klenting dijatuhlan sampai pecah sambil mengucapkan :

”NIAT INGSUN ORA MECAH KENDI, NANGING MECAH PAMORE ANAKKU

4. Potong Rikmo

7 15.10 Upacara Siraman Selesai, CPW diapit Bapak dan Ibu dan diiringi para pini sepuh menuju kamar pengantin. CPW akan dilakukan potong rikmo, ratus rambut, kerik dan paes
8 15.15 Upacara Tanem Rikmo

Bapak dan Ibu menanam potongan rambut CPW di tempat yang telah disediakan. [tempat / lokasi tanem rikmo]

9 15.20 Pembagian cindera mata kepada para ibu-ibu yang melakukan siraman
10 15.20 Persiapan upacara Dodol Dawet
11 15.30 UPACARA DODOL DAWET dimulai :

1. Bapak dan Ibu menjual dawet dengan pakaian adat
2. Semua hadirin turut membeli dawet dengan menggunakan uang (kreweng wingko) yang disediakan
3. Penjualan dawet ini ditutup dengan ditandai Bapak menyerahkan uang kreweng hasil penjualan dawet kepada Ibu untuk di simpan


12 15.40 Potong Tumpeng Robyong

Bapak memotong tumpeng Robyong dan diberikan ke Ibu

13 15.45 Dulang Pukasan
14 15.55

* Pembagian souvenir siraman untuk 9 orang pini sepuh
* Makan Sore



Makna Siraman dan Jual Dawet :

Siraman dilaksanakan untuk menyucikan diri dan juga membuang segala kejelekan Calon Pengantin yang ada, agar calon pengantin dapat memulai hidup baru dengan hati yang bersih dan suci. Siraman dilakukan oleh 9 orang sesepuh termasuk sang Ayah. Jumlah sembilan tersebut menurut budaya Keraton Surakarta untuk mengenang keluhuran Wali Sanga, yang bermakna manunggalnya Jawa dengan Islam. Selain itu angka sembilan juga bermakna ’babahan hawa sanga’ yang harus dikendalikan.

Jual Dawet diambil makna dari cendol yang berbentuk bundar merupakan lambang kebulatan kehendak orang tua untuk menjodohkan anak. Bagi orang yang akan membeli dawet tersebut harus membayar dengan ’kreweng’ (pecahan genting) bukan dengan uang. Hal itu menunjukkan bahwa kehidupan manusia berasal dari bumi. Yang melayani pembeli adalh ibu sedangkan yang menerima pembayaran adalah bapak. Hal ini mengajarkan kepada anak mereka yang akan menikah tentang bagaimana mencari nafkah sebagai suami istri, harus saling membantu.

PENJELASAN TEKNIS ACARA SIRAMAN

1. Panitia / Petugas :
1. Koodinator :
2. Pengajian :
3. Busana dan Rias Keluarga :
4. Perlengkapan :
5. Perlengkapan Acara Adat :
6. Konsumsi :
7. Penerima Tamu :
1. Mbak/Ibu
2. Mbak/Ibu
3. Mbak/Ibu
4. Mbak/Ibu
5. MC :
6. Dokumentasi :
7. Souvenir :

1. Busana Keluarga :
1. CPW [acara siraman] : Kain untuk pinjungan + kebaya

[acara dulangan] : Kain + kebaya

1. Bapak Bowo Setiadji : Beskap Landung
2. Ibu Bowo Setiadji : Kain + Kebaya
3. Saudara Kandung CPW : Beskap Landung
4. Yang menyirami : Kain + Kebaya
5. Penjemput air siraman : Beskap Landung / kain + kebaya
6. Keluarga Bapak-bapak : Batik

Ibu-ibu : Baju nasional / muslimah
SIRAMAN CALON PENGANTIN PRIA

Hari/tanggal :

Tempat :

Penanggung Jawab :

Jam :

No.


Waktu


Kegiatan


Catatan
1 15.00

1.30
9 Orang Sesepuh sudah siap di tempat siraman
2 15.05 Penerimaan Air Siraman (Tirto Perwitosari) dari rumah CPW
3 15.10 CPP melakukan sungkem kepada Ayah-Ibu
4 15.20 CPP menuju ke tempat siraman untuk melakukan siraman dengan diiringi para pini sepuh dan diapit oleh Bapak dan Ibu
5 15.25 Jalannya Upacara :

1. Dimulai oleh Bapak dan diakhiri oleh Ibu

2. Urut-urutan yang melaksanakan Siraman :

1. Bapak/Ibu
2. Bapak/Ibu
3. Bapak/Ibu
4. Bapak/Ibu
5. Bapak/Ibu
6. Bapak/Ibu
7. Bapak/Ibu
8. Bapak/Ibu
9. Bapak/Ibu

3. Selesai siraman, ibu menutup dengan menyiram air klenting, terus klenting dijatuhlan sampai pecah sambil mengucapkan :

”WUS PECAH PAMORE ANAKKU”

4. Potong Rikmo

MALAM MIDODARENI

Hari/tanggal :

Tempat :

Penanggung Jawab :

Jam :

Busana :

No.


Waktu


Keterangan


Catatan
1 18.00 Persiapan :

* Penerima Tamu
* Wakil keluarga
* Penataan tempat untuk keluarga CPW & CPP
* Teks Catur Wedha
* Angsul-angsul dan Kancing Gelung
* Nampan dan segelas air putih untuk CPP


1 18.30 Pinisepuh, keluarga, tetangga dan semua anggota panitia penyelenggara tiba di kediaman CPW.
2 19.00 1. CPP dan rombongan serta barang seserahan tiba, dipimpin oleh bapak wakil keluarga CPP.

2. CPP dan rombongan dijemput oleh Bapak + Ibu dipintu gerbang

3. Pembukaan dari MC

4. Wakil keluarga CPP menyampaikan maksud dan tujuan

5. Sambutan penerimaan oleh wakil keluarga CPW

6. Penyerahan nampan/seserahan utama dan diletakkan diatas meja, selanjutnya rombongan dipersilakan menuju tempat duduk yang disediakan.

7. Bapak secara simbolis membuka tutup nampan utama, kemudian mengangkat serta menyerahkannya kepada pertugas penerima yang telah dipersiapkan. Nampan lainnya diserahkan secara estafet dan dibawa ke kamar pengantin.

3 19.30 Tantingan
4 19.40 Turunnya Kembar Mayang
5 19.45 Wilujengan majemukan dan Santap Malam bersama Para tamu dipersiakan bersantap malam bersama. Sambil menuju ke tempat hidangan, ibu-ibu dan remaja putrid dipersilakan menjenguk CPW di kamar pengantin.

Ibu memberikan hanya segelas air putih untuk CPP.

6 21.00 Pemberian Catur Wedha

Bapak menyampaikan wejangan kepada calon menantu yaitu berupa empat pedoman hidup, kemudian menyerahkan naskahnya kepada CPP.

7 21.15 Penyerahan Kancing Gelung

Bapak menyerahkan seperangkat busana dan pusaka kepada CPP, sebagai pertanda midodareni selesai.

8 21.25 Acara Pamit dan Angsul-Angsul

Wakil dari keluarga CPP menyampaikan kata mohon diri.

Ibu menyerahkan sejumlah nampan berisi oleh-oleh untuk CPP

Acara midodareni selesai.


Makna Malam Midodareni :

Malam menjelang dilaksanakan ijab dan panggih disebut malam midodareni. Midodareni berasal dari kata widodari. Masyarakat Jawa tradisional percaya bahwa pada malam tersebut, para bidadari dari kayangan akan turun ke bumi dan bertandang ke kediaman calon pengantin wanita, untuk menyempurnakan dan mempercantik pengantin wanita

Prosesi yang dilaksanakan pada malam midodareni :

1. Jonggolan

Datanganya calon pengantin pria ke tempat calon mertua. ‘Njonggol’ diartikan sebagai menampakkan diri. Tujuannya untuk menunjukkan bahwa dirinya dalam keadaan sehat dan selamat, dan hatinya telah mantap untuk menikahi putri mereka. Selama berada di rumah calon pengantin wanita, calon pengantin pria menunggu di beranda dan hanya disuguhi air putih.

1. Tantingan

Kedua orangtua mendatangi calon pengantin wanita di dalam kamar, menanyakan kemantapan hatinya untuk berumah tangga. Maka calon pengantin wanita akan menyatakan ikhlas menyerahkan sepenuhnya kepada orangtua, tetapi mengajukan permintaan kepada sang ayah untuk mencarikan ‘kembar mayang’ sebagai syarat perkawinan

1. Turunnya Kembar Mayang

Turunnya kembar mayang merupakan saat sepasang kembar mayang dibuat. Kembar mayang ini milik para dewa yang menjadi persyaratan, yaitu sebagai sarana calon pengantin perempuan berumah tangga. Dalam kepercayaan Jawa, kembar mayang hanya dipinjam dari dewa, sehingga apabila sudah selesai dikembalikan lagi ke bumi atau dilabuh melalui air. Dua kembar mayang tersebut dinamakan Dewandaru dan Kalpandaru. Dewandaru mempunyai arti wahyu pengayoman. Maknanya adalah agar pengantin pria dapat memberikan pengayoman lahir batin kepada keluarganya. Sedangkan Kalpandaru, berasal dari kata kalpa yang artinya langgeng dan daru yang berarti wahyu. Maksudnya adalah wahyu kelanggengan, yaitu agar kehidupan rumah tangga dapat abadi selamanya.

1. Wilujengan Majemukan

Wilujengan Majemukan adalah silaturahmi antara keluarga calon pengantin pria dan wanita yang bermakna kerelaan kedua pihak untuk saling berbesanan. Selanjutnya ibu calon pengantin wanita menyerahkan angsul-angsul atau oleh-oleh berupa makanan untuk dibawa pulang, orang tua calon pengantin wanita memberikan kepada calon pengantin pria :

* Kancing gelung : seperangkat pakaian untuk dikenakan pada upacara panggih
* Sebuah pusaka berbentuk dhuwung atau keris, yang bermakna untuk melindungi keluarganya kelak.

PENJELASAN TEKNIS ACARA MIDODARENI

1. Koordinator Acara :

1. Pemeran Utama
1. Wakil Keluarga CPW :
2. Wakil Keluarga CPP :
3. Penerima Tamu :
4. Penerima Seserahan :
5. Pembawa Kembar Mayang :

1. Pelaksanan Persiapan
1. Penyiapan CPW :
2. Kancing Gelung :
3. Angsul-angsuk :
4. Teks Catur Wedha :
5. Konsumsi :
6. Busana dan Rias :
7. Dokumentasi :
8. Tata Suara :
9. Keamanan dan perparkiran :

10. Perlengkapan :

1. Busana
1. CPW : Kain Wahyu Tumurun + Kebaya
2. CPP : Beskap Landung
3. Bapak Bowo Setiadji : Beskap Landung
4. Ibu Bowo Setiadji : Kain + Kebaya
5. Besan : Pakaian adat Aceh
6. Wakil Keluarga CPW : Beskap Landung
7. Wakil Keluarga CPP : Beskap Landung
8. Penerima Seserahan : Busana muslim/nasional
9. Keluarga [bapak-bapak] : Batik
10. Keluarga [ibu-ibu] : Busana muslim/nasional
11. Saudara kandung CPW : Beskap
12. Saudara kandung CPP : Beskap
13.

AKAD NIKAH

Hari/tanggal :

Tempat :

Penanggung Jawab :

Jam :

No.


Waktu


Keterangan


Catatan
1 23.30 Pemeriksaan dan persiapan akhir kelengkapan untuk acara akad nikah (dilakukan pada malam hari & pagi hari)
2 04.15 Menyiapkan kendaraan untuk penjemputan penghulu dan juru rias
3 04.30

* Menjemput Juru Rias
* Seksi Dokumentasi sudah stand by di kediaman CPW


4 05.30 CPW mulai di paes oleh Juru Rias
5 06.00 Menjemput Penghulu
6 06.00 Penyiapan Peralatan :

* Tempat Ijab Kabul disiapkan, dibersihkan dan dirapihkan
o Mengatur tempat Ijab Kabul :
+ Sebuah Meja
+ Enam buah kursi
+ Ball Point
+ Taplak Meja Putih
+ Dekorasi rumah khususnya tempat ijab kabul dan pelaminan dikerjakan
+ Sound System
+ Tempat duduk untuk rombongan CPP, undangan dan keluarga CPW
+ Setting CCTV
+ Konsumsi untuk keluarga

Pemeran siap

* Saksi-saksi
* Wakil keluarga CPW dan CPP
* Pendamping CPW dan CPP
* Penerima tamu
* Penjaga buku tamu

Persiapan Upacara Panggih :

Ubo Rampe telah siap

* Sirih 6 gulung
* Sarana wiji dadi
* Sindur
* Sarana Kacar Kucur
* Rujak Degan / Kelapa Muda
* Pisang Sanggan


7 06.00 Panitia dan penerima tamu sudah siap di kediaman CPW. Panitia dan penerima Tamu berhias dan berpakaian dengan pakaian adat Jawa.
8 07.00 Dicek kelengkapan dan dipersiapkan :

* Meja untuk buku tamu
* Buku tamu sebanyak 6(enam) buah
* Spidol sudah dicoba (dengan keadaan baik)
* Tempat Angpau
* Souvenir Terima Kasih


9 07.30 Dekorasi rumah, tempat ijab kabul dan pelaminan sudah selesai dan dalam tahap ’final touch’
10 08.00 Utusan dari pihak CPW yaitu Bapak dan Ibu ……. berangkat untuk menjemput CPP
11 08.00

* Katering sudah mulai disiapkan
* MC sudah siap di tempat
* Penerima Tamu sudah siap di tempat


12 08.15

* Gamelan mulai dibunyikan
* Para saksi, orang tua CPW, dan seluruh keluarga serta panitia siap di tempat masing-masing
* Penghulu dan Pegawai KUA tiba dikediaman CPW, terus mengadakan penyelesaian administrasi di kamar CPW bersama dengan Bapak dan Ibu
* Tamu-tamu diperkirakan mulai datang, rombongan besan disiapkan kursi-kursi khusus
* Rombongan CPP berangkat dari rumah bersama penjemput dari pihak CPW diiringi keluarga CPP


13 08.25 MC menyiarkan garis besar acara :

* Pemberitahuan acara pokok akad nikah


14 08.35

* CPP sampai di kediaman CPW
* CPP didampingi dan diapit pini sepuh
* Mulai datang sampai ketempat serah terima dihormati dengan Gending


15 08.40 UPACARA SERAH TERIMA

* Wakil keluarga CPP berdiri dimuka, dibelakangnya adalah CPP diapit pini sepuh
* Wakil keluarga CPP menyerahkan CPP
* Penyerahan diterima oleh wakil keluarga CPW dan didampingi oleh pini sepuh keluarga CPW


16 08.50 Setelah wakil keluarga CPW menerima CPP maka selanjutnya menyerahkan CPP kepada Bapak untuk diijabkan
17 08.55

* CPP menempati tempat ijab
* Sementara mempelai akan menempati tempat ijab, sanggan pethukan langsung diserahkan kepada Ibu sebagai pertanda bahwa CPP sudah datang dan akan melaksanakan ijab kabul.


18 08.55 UPACARA AKAD NIKAH

* CPP duduk dikursi, dan lepas rencong
* Bapak sebagai wali CPW
* Saksi dari kedua belah pihak menempati kursi yang telah disediakan
* Pembacaan ayat suci Al Qur’an (surat…) oleh… dan sari tilawah oleh…
o Khutbah nikah


19 09.00 IJAB KABUL

* Mukadimah dari penghulu
* Kabul CPP menerima nikahnya dari wali (orang tua CPW)
* Pembacaan Taklik
* Penandatanganan surat nikah
* Pembacaan Doa


20 09.20 PENYERAHAN MAS KAWIN

* Bapak sebagai wali mempelai wanita menerima mas kawin dari mempelai pria
* Selanjutnya Bapak akan meneruskan kepada Bapak …. untuk diterimakan kepada mempelai wanita
* Khutbah dari KUA


10 09.30 BEDOL/TUKAR KEMBAR MAYANG

* Mendahului upacara panggih, dilakukan penukaran sepasang kembar mayang dari mempelai wanita dengan sepasang kembar mayang dari mempelai pria
* Pembawa kembar mayang :
* Sepasang kembar mayang dari mempelai wanita dibuat diperempatan jalan yang terdekat
* Pada saat membuang sepasang kembar mayang dari putri agar diingat bahwa kedua buah bokor dan 2 buah nanas yang ditacapkan diatas kembar mayang dibawa kembali kerumah pengantin wanita (ke rumah Bapak/Ibu )


11 09.50 UPACARA PANGGIH

* Persiapan upacara Panggih disiapkan oleh Juru Rias
* UPACARA BALANGAN GANTAL :
o Dengan digandeng oleh Bapak …. dan Bapak …. Mempelai pria menuju ke tempat panggih temanten, sedang temanten putrid digandeng oleh Ibu ……. Dan Ibu …….. dengan dibimbing oleh ibu Perias juga menuju ketempat panggih.
o Bapak dan Ibu kemudian siap berdiri didekat tempat tamu, didekatnya Bokor – Kembar Setaman
o Serelah dekat dengan jarak kira-kira 3 meter masing-masing mempelai melempar gantalan
* UPACARA MECAH WIJI DADI
o Setelah selesai acara Balangan atau Gantalan, masing-masing mempelai maju beberapa langkah saling mendekat. Setelah bertemu, mempelai pria kemudian menginjak Wiji Dadi / Telur Ayam. Mempelai wanita jongkok untuk membasuh kaki mempelai pria dan kemudian dibersihkan dengan handuk yang tersedia
o Mempelai pria membantu mempelai wanita berdiri dan membimbingnya berdiri di sisi kirinya.
* UPACARA SINDUR BANAYUNG
o Kedua mempelai berdiri sejajar, pria di sebelah kanan
o Kedua mempelai dikemuli sindur oleh Ibu , berjalan menuju ke kursi mempelai, didahului oleh Bapak
o Ibu berjalan dibelakang kedua pengantin sambil merangkul bahu mereka
* UPACARA TIMBANGAN
o Setelah sampai dikursi, Bapak duduk di kursi mempelai.
o Kedua mempelai duduk dipangkuan kanan kiri ayahanda mempelai wanita. Mempelai pria di kanan, sedang mempelai putri di sebelah kiri.
o Ibu berdiri dimuka, sambil bertanya : ”ABOT ENDI PAK ???”
o Bapak memberi jawaban : ”PADA ABOTE BU”
o Selesai dengan acara menimbang putri dan menantunya, ayahanda mempelai wanita berdiri dihadapan kedua mempelai untuk melaksanakan acara nandur, yakni menundukan kedua mempelai diatas pelaminan dengan jalan meletakkan tangan –tangan kiri diatas bahu kiri mempelai putri dan bahu kanan mempelai pria.
* KACAR KUCUR atau TOMPO KOYO
o Untuk senantiasa mengungatkan, bahwa seorang suami atau Kepala Keluarga sebagai pencari nafkah berkewajiban untuk senantiasa menyerahkan hasil jerih payahnya kepada istrinya untuk menghidupi keluarga, dilambangkan dengan upacara kacar-kucur ini.
o Pelaksanaannya, mempelai pria menuangkan kacar-kucur yang terdiri atas kacang, kedele, jagung, gabah, beras kuning, kembang setaman serta uang logam dari yang bernilai kecil sampai yang besar, kepangkuan pengantin putri secara hati-hati tidak boleh ada yang ketinggalan ataupun tercecer.
o Pada waktu dilakukan upacara kacar-kucur ini juru rias serta para pini sepuh yang hadir secara serentak mengawali jalannya upacara dengan doa yang berbunyi : ”KACANG KAWAK, DELE KAWAK, JAGUNG KAWAK WONG LIYO DADIO SANAK WONG ADOH DADIO CEDAK NASTITI, NGATI-ATI, WEDI, DADI.”
o Guna menuangkan serta menerima kacar-kucur ini, biasanya dipergunakan ”kloso Bongko” ukuran kecil atau kain Bango Tulak
o Setelah Guno Koyo ini diterima mempelai wanita selanjutnya diserahkan kepada Ibu Mempelai Putri untuk disimpan baik-baik
* UPACARA NGUNJUK RUJAK DEGAN
o Bapak mulai minum tiga sendok, ibu bertanya : ” KEPRIYE RASANE PAK ??? ”
o Bapak menjawab : ”SEGER SEMIYAH SUMORAMBAH WONG SAK OMAH BU”
o Diteruskan ibu minum tiga sendok, kemudian mempelai sekalian masing-masing tiga sendok
* UPACARA DULANGAN
o Kedua mempelai saling suap menyuapi Nasi Punar (Nasi Temanten), sebanyak tiga kali dengan menggunakan tangan (Muluk).
o Mempelai pria mendulang mempelai wanita
o Mempelai wanita mendulang mempelai pria
* BESAN MARTUWI (TILIK PITIK)
o Rombongan besan datang martuwi. Oleh Bapak/Ibu di jemput di muka pintu saling bersalaman, Kemudian Bapak/Ibu diantar Bapak/Ibu ke tempat yang telah disediakan
o Para keluarga/pengiring diantar ke tempat yang telah disediakan
* RASUK KALPIKO : Pemasangan cincin kawin
* NGABEKTEN ATAU SUNGKEMAN :
o Sungkeman dimulai dengan sungkeman kepada orang tua pengantin wanita, baru kemudian dilanjutkan sungkem kepada orang tua pengantin pria
o Pada waktu hendak sungkem keris pengantin pria harus dilepaskan dan baru dikenakan kembali setelah selesai ngabekten
o Selop kedua mempelai sewaktu mau sungkeman hendaknya dilepaskan
* UPACARA TUMPLAK PUNJEN
o Upacara dilakukan dengan menumpahkan punjen (pundi-pundi) yang berisi peralatan tumpak punjen.
o Sungkeman dari anak dan menantu, ketika sungkem orangtua memberikan koin, kampil-kampil kecil berisi biji-bijian, beras kuning, empon-empon, bunga sritaman.
o Setelah itu punjen yang telah diterima di sawer.
* UPACARA BUBAK KAWAH
o Petugas memikul bubak kawah menuju tempat pelaminan, pengantin pria dan pengantin wanita memeriksa bubak kawah.
o Kemudian bubak kawah dibawa menuju tamu-tamu untuk diperebutkan.


12 10.35 Sambutan atas nama keluarga
13 10.45 Foto Keluarga beserta Mempelai
14 10.55 Pemberian ucapan selamat dilanjutkan dengan makan siang bersama

Makna dari Upacara Balangan Gantal :

Mengandung arti suatu peristiwa yang sekilas namun tidak dapat diulangi lagi.

Makna dari Upacara Mecah Wiji Dadi :

Mengandung makna bahwa yang dijodohkan bisa mempunyai keturunan. Wiji Dadi atau telur ayam melambangkan manunggalnya pria dan wanita seperti pecahnya telur berupa putih dan merah. Putih menggambarkan pria dan merah menggambarkan wanita.

Makna dari Sinduran :

Maksudnya kedua orangtua memberikan ‘panjurung donga pangestu’ kepada kedua anaknya.

Makna Upacara Timbangan :

Mengandung makna bahwa antara anak sendiri dengan anak menantu bagi orangtua tidak ada bedanya.

Makna Upacara Minum Kelapa Muda :

Bermakna membersihkan dan menyegarkan tubuh serta jiwa.

Makna Upacara Kacar Kucur :

Merupakan simbol tanggung jawab pengantin pria untuk menafkahi keluarganya.

Makna Upacara Dulangan :

Tata cara ini melambangkan cumbuna atau saling bercumbu rayu dan saling memadu kasih.

Makna Upacara Ngabekten :

Ngabekten merupakan prosesi untuk menunjukkan bakti kedua pengantin kepada orang tuanya.

PENJELASAN TEKNIS UPACARA AKAD NIKAH

1. Pemeran Utama
1. Penghulu :
2. Saksi Pihak CPW :
3. Saksi Pihak CPP :
4. Qori :
5. Penyerah CPP :
6. Penerima CPP :
7. Khotbah nikah :
8. Doa :
9. Pengapit CPP :

10. Pengapit CPW :

11. Pembawa kembar mayang :

1. Penjaga Buku Tamu
1. Koordinator :
2. Petugas Buku Tamu :

1. Pembawa Acara :

1. Penerima Tamu :

1. Petugas
1. Penghubung keluarga CPP :
2. Perlengkapan akad nikah :
3. Penjemput Penghulu :
4. Sistem Tata Suara :
5. Keamanan dan perparkiran :
6. Konsumsi :
7. Perlengkapan upacara panggih :
8. Pemandu jalannya upacara panggih :

1. Busana
1. Pemangku Hajat
1. i. Ayah CPW dan CPP :
2. ii. Ibu CPW dan CPP :
3. iii. CPW :
4. iv. CPP :

1. Keluarga :
2. Panitia :
3. Saksi :

VII. Tempat transit CPP dan rombongan :
RESEPSI

Hari/tanggal :

Tempat :

Penanggung Jawab :

Jam :

No.


Waktu


Keterangan


Catatan
1 14.00 Persiapan

Koordinator acara dan panitia mempersiapkan tempat acara :

* Tata ruang / layout
* Dekorasi
* Pelaminan
* Katering
* Sistem Tata Suara
* Listrik
* Keamanan
* Meja penerima tamu:
o Buku tamu
o Kotak uang
o Bunga meja
o Taplak
o Alat tulis
o Souvenir
* Dan lain2


2 14.30

* Mempelai Wanita beserta Ibu sudah berada di Panti Prajurit untuk berhias dan berpakaian
* Juru Rias sudah stand by di gedung
* Vendor Dokumentasi sudah stand by di gedung dan mulai menyiapkan peralatannya


3 15.00 Pemberangkatan keluarga rombongan mempelai kedua mempelai ke gedung
4 16.00

* Mempelai Pria beserta Bapak sudah berada di Panti Prajurit untuk berhias dan berpakaian
* Keluarga mempelai, among tamu dan penerima tamu, putri domas, satrio kembar berhias dan berpakaian
* Sound System sudah mulai disiapkan


5 17.30

* Dekorasi Gedung dan catering sudah siap tinggal pengecekan detil terakhir
* Penerima tamu, penjaga buku tamu dan seluruh panitia acara siap bertugas sesuai perannya masing-masing
* MC sudah stand by di gedung
* Wedding Singer sudah stand by di gedung dan sudah test sound untuk alat musik
* Slide Show sudah disiapkan oleh vendor Dokumentasi


6 18.00 Pemeriksaan dan persiapan akhir kelengkapan untuk acara resepsi
7 18.15

* Foto Studio Kedua Mempelai
* Foto Studio Kedua Mempelai dengan kedua orangtua Mempelai
* Foto Studio Kedua Mempelai dengan orangtua Mempelai Wanita
* Foto Studio Kedua Mempelai dengan orangtua Mempelai pria
* Foto Studio Kedua Mempelai dengan orangtua Mempelai Wanita dan saudara kandung mempelai wanita
* Foto Studio Kedua Mempelai dengan orangtua Mempelai pria dan saudara kandung mempelai pria
* Foto Studio Kedua Mempelai dengan saudara kandung Mempelai


8 18.30 Undangan mulai hadir
9 18.50 Persiapan Kirab
10 19.00

* Kirab Pengantin
* Pengantin bersama kedua orang tua menempati pelaminan


11 19.15 Pembukaan

* Sambutan atas nama keluarga kedua belah pihak
* Pembacaan do’a
* Pemberian ucapan selamat
* Santap Malam bersama
* Wedding Singer beraksi


12 19.30 Sesi Foto

* Foto keluarga
* Foto kerabat


13 21.55 Penutupan acara
14 22.00 Pengantin dan orang tua santap malam
Catatan :

* Perlu diperhatikan jalur salaman untuk tamu VIP dan VVIP
* Menjelang acara resepsi selesai (tamu-tamu sudah menurun frekuensi kedatangannya) kotak angpao agar diperhatikan. Dikumpulkan disatu tempat dan diamankan.
* Perlu diperhatikan penjagaan rumah saat acara dilakukan di Gedung.
* Ruang rias yang tersedia:
o satu ruang rias khusus mempelai dan keluarga mempelai
o satu ruang rias khusus panitia wanita
o satu ruang rias khusus panitia pria

PENJELASAN TEKNIS ACARA RESEPSI

1. Rombongan Pengantin terdiri (sesuai urutan)
1. Satrio Kembar
2. Kedua Pengantin
3. Ibu dari kedua pengantin
4. Ayah dari kedua pengantin
5. Saudara kandung pengantin

1. Petugas Rombongan Pengantin
1. Satrio Kembar :

1. Panitia
1. Koordinator Resepsi :
2. Koordinator Penerima dan Among Tamu :
3. Host / Among Tamu
1. i. Bapak/Ibu
2. ii. Bapak/Ibu
3. iii. Bapak/Ibu
4. iv. Bapak/Ibu
5. v. Bapak/Ibu
6. Penerima Tamu
1. i. Bapak/Ibu
2. ii. Bapak/Ibu
3. iii. Bapak/Ibu
4. iv. Bapak/Ibu
5. v. Bapak/Ibu
6. vi. Bapak/Ibu
7. vii. Bapak/Ibu
8. viii. Bapak/Ibu
9. Penanggung jawab buku tamu
1. i. Bapak/Ibu
2. ii. Bapak/Ibu
3. Petugas buku tamu
1. i. Mbak/Ibu
2. ii. Mbak/Ibu
3. iii. Mbak/Ibu
4. iv. Mbak/Ibu
5. v. Mbak/Ibu
6. vi. Mbak/Ibu
7. Penanggung jawab kado/souvenir :
8. Petugas kotak Angpou
1. i. Bapak
2. ii. Bapak
3. iii. Bapak
4. iv. Bapak
5. v. Bapak
6. Penanggung jawab Dokumentasi :
7. Penanggung jawab Konsumsi :
8. Chaperone Tamu VVIP
1. i. Bapak/Ibu
2. ii. Bapak/Ibu
3. iii. Bapak/Ibu
4. iv. Bapak/Ibu
5. v. Bapak/Ibu

1. Busana
1. Pengantin : Busana Pengantin Solo Basahan Keprabon
2. Orang tua Pengantin
1. i. Bapak : Beskap Pangeran
2. ii. Ibu : Kain + Kebaya
3. Keluarga
1. i. Pria : Beskap
2. ii. Wanita : Kain + seragam keluarga
3. Panitia
1. i. Pria : Beskap
2. ii. Wanita : Kain + seragam panitia
3. Putri Domas : Seragam Domas
4. Satrio Kembar : Beskap
5. Petugas Buku Tamu : Seragam Petugas

1. Acara Foto Keluarga di Gedung
2. Babak I
1. i. Foto khusus kedua mempelai
2. ii. Foto khusus orang tua mempelai
3. iii. Foto khusus saudara kandung kedua mempelai dengan mempelai
4. Babak II
1. i. Keluarga dari kedua orangtua dan mempelai
2. Babak III

Kedua mempelai berfoto bersama dengan

1. i. Kedua orangtua
2. ii. Orangtua mempelai pria
3. iii. Orangtua mempelai wanita
4. iv. Orangtua dan saudara kandung mempelai pria
5. v. Orangtua dan saudara kandung mempelai wanita
6. vi. Keluarga Ibu CPP
7. vii. Keluarga Ibu CPW
8. viii. Keluarga Bapak CPP
9. ix. Keluarga Bapak CPW
10. x. Keluarga besar mempelai pria
11. xi. Keluarga besar mempelai wanita
12. xii. Gabungan keluarga kedua mempelai (orang tua dan saudara kandung)
13. Note : Tamu VVIP langsung foto setelah selesai salaman
14. Babak IV
1. i. Teman Kantor orangtua CPP
2. ii. Teman Kantor orangtua CPW
3. iii. Teman Kantor CPW
4. iv. Teman Kantor CPP
5. v. Teman SMA CPW
6. vi. Teman SMA CPP
7. vii. Teman Kuliah CPP
8. viii. Teman Kuliah CPW
9. Babak V
1. i. Panitia
2. ii. Penerima Tamu

DAFTAR PANITIA KHUSUS
Perias Pengantin
Penata Busana Pengantin Resepsi
Penata Rias Panitia
Penata Busana Panitia
Pembawa Acara (MC – Siraman, Midodareni, Akad Nikah dan Resepsi)
Dekorasi Gedung
Hiburan
Dokumentasi
Katering Gedung
Katering Rumah

DENAH GEDUNG RESEPSI


sumber :Alang alang kumitir

UPACARA PENGANTIN ADAT JAWA

A. KRONOLOGIS
Kronologis ketemu jodoh pada orang Jawa dahulu ,biasanya melalui cara yang disebut :
1. Babat alas artinya membuka hutan untuk merintis membuat lahan. Dalam hal babat alas ini orangtua pemuda merintis seorang congkok untuk mengetahui apakah si gadis sudah mempunyai calon atau belum. Istilah umumnya disebut nakokake artinya menanyakan
2. Kalau sang pemuda belum kenal dengan sang gadis, maka adanya upacara nontoni
Yaitu sang pemuda diajak keluarganya datang ke rumah sang gadis, pada saat pemuda pemuda itu diajak/ diberi kesempatan untuk nontoni sang gadis pilihan orang tuanya
3. Bila cocok artinya saling setuju, kemudian disusul dengan upacara nglamar atau meminang. Dalam upacara nglamar, keluarga pihak sang pemuda menyerahkan barang kepada pihak sang gadis sebagai peningset yang terdiri dari pakaian lengkap, dalam bahasa Jawanya sandangan sapangadek.
4. Menjelang hari perkawinan diadakan upacara srah-srahan atau asok tukon yaitu
pihak calon pengantin putra menyerahkan sejumlah hadiah perkawinan kepada keluarga pihak calon pengantin putri berupa hasil bumi, alat-alat rumah tangga, ternak dan kadang-kadang ditambah sejumlah uang.
5. Kira-kira 7 hari (dulu 40 hari) sebelum hari pernikahan calon pengantin putri dipingit artinya tidak boleh keluar dari rumah dan tidak boleh bertemu dengan calon suaminya. Selama masa pingitan calon pengantin putri membersihkan diri dengan mandi kramas dan badannya diberi lulur.
6. Sehari atau dua hari sebelum upacara akad nikah di rumah orangtua calon pengantin putri membuat tratag dan menghias rumah. Kesibukan tersebut biasanya juga dinamakan upacara pasang tarub
7. Upacara siraman yaitu memandikan calon pengantin putri dengan kembang telon yaitu bunga mawar, melati dan kenanga dan selanjutnya disusul dengan upacara ngerik. Upacara ngerik yaitu membersihkan bulu-bulu rambut yang terdapat di dahi, kuduk, tengkuk dan di pipi.
8. Setelah upacara ngerik, maka pada malam hari diadakan upacara malam Midodareni. Calon pengantin putra datang ke rumah pengantin putri dan selanjutnya calon pengantin putra menjalani upacara nyantri.
9. Pada pagi harinya atau sore harinya dilangsungkan upacara ijab kabul yaitu meresmikan kedua insan antara pria dan wanita yang memadu kasih telah sah menjadi suami istri.
10. Sehabis upacara ijab kabul dilangsungkan upacara panggih atau temon yaitu pengantin putra dan pengantin putri ditemukan yang berakhir duduk bersanding di pelaminan.
11. Lima hari setelah akad nikah dan upacara panggih diadakan upacara sepasaran pengantin atau ngunduh mantu apabila disertai dengan pesta.
B. RANGKAIAN UPACARA ADAT PENGANTIN JAWA
Rangkaian upacara adat pengantin Jawa secara kronologis diuraikan dari awal sampai akhir sebagai berikut :
1. Upacara siraman pengantin putra-putri
2. Upacara malam midodareni
3. Upacara akad nikah / ijab kabul
4. Upacara panggih / temu
5. Upacara resepsi
6. Upacara sesudah pernikahan
Makna rangkaian upacara tersebut secara perinci dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Upacara Siraman Pengantin Putra-putri
Upacara siraman ini dilangsungkan sehari sebelum akad nikah (ijab kabul). Akad nikah dilangsungkan secara/menurut agama masing-masing dan hal ini tidak mempengaruhi jalannya upacara adat. Langkah-langkah yang perlu diperhatikan pada upacara siraman adalah :
a) Siraman Pengantin Putri
• Pengantin putri pada upacara siraman sebaiknya mengenakan kain dengan motif Grompol yang dirangkapi dengan kain mori putih bersih sepanjang dua meter dan pengantin putri rambutnya terurai.
• Yang bertugas menyiram pengantin putri adalah :
Bapak dan Ibu pengantin putri, disusul Bapak dan Ibu pengantin putra, diteruskan oleh orang-orang tua serta keluarga yang dianggap telah pantas sebagai teladan. Siraman ini dilanjutkan dan diakhiri juru rias dan paling akhir adalah dilakukan oleh pengantin sendiri, sebaiknya pergunakan air hangat agar pengantin yang disirami tidak masuk angin.
b) Siraman Pengantin Putra
Urut-urutan upacara siraman pengantin putra adalah sama seperti sirama pengantin putri hanya yang menyiram pertama adalah Bapak pengantin putra.
Setelah upacara siraman pengantin selesai, maka pengantin putra ke tempat pemondokan yang tidak jauh dari tempat kediaman pengantin putri. Dalam hal ini pengantin putra belum diizinkan tinggal serumah dengan pengantin putri. Sedangkan pengantin putri setelah siraman berganti busana dengan busana kerik, yaitu pengantin putri akan dipotong rambut bagian depan pada dahi secara merata.
2. Upacara Midodareni
Dalam upacara midodareni pengantin putri mengenakan busana polos artinya dilarang mengenakan perhiasan apa-pun kecuali cincin kawin. Dalam malam midodareni itulah baru dapat dikatakan pengantin dan sebelumnya disebut calon pengantin. Pada malam itu pengantin putra datang ke rumah pengantin putri. Untuk model Yogyakarta pengantin putra mengenakan busana kasatrian yaitu baju surjan,blangkon model Yogyakarta, kalung korset, mengenakan keris, sedangkan model Surakarta, pengantin putra mengenakan busana Pangeran yaitu mengenakan jas beskap, kalung korset dan mengenakan keris pula. Untuk mempermudah maka pengantin putra pada waktu malam midodareni boleh juga mengenakan jas lengkap dengan mengenakan dasi asal jangan dasi kupu-kupu. Kira-kira pukul 19:00, pengantin putra datang ke rumah pengantin putri untuk berkenalan dengan keluarga dan rekan-rekan pengantin putri. Setibanya pengantin putra, maka terus diserahkan kepada Bapak dan Ibu pengantin putri. Setelah penyerahan diterima pengantin putra diantarkan ke pondok yang telah disediakan yang jaraknya tidak begitu berjauhan dengan rumah pengantin putri. Pondokan telah disediakan makanan dan minuman sekedarnya dan setelah makan dan minum ala kadarnya maka pengantin putra menuju ke tempat pengantin putri untuk menemui para tamu secukupnya kemudia pengantin putra kembali ke pondokan untuk beristirahat. Jadi jangan sampai jauh malam, karena menjaga kondisi fisik seterusnya. Jadi kira-kira pukul 22:00 harus sudah kembali ke pondokan. Hal ini perlu mendapatkan perhatian sepenuhnya agar jangan sampai pengantin menjadi sangat lelah karena kurang tidur. Setelah upacara malam midodareni ini masih disusul dengan upacara-upacara lainnya yang kesemuanya itu cukup melelahkan kedua pengantin.
Pada malam midodareni pengantin putri tetap di dalam kamar pengantin dan setelah pukul 24:00 baru diperbolehkan tidur. Pada malam midodareni ini para tamu biasanya berpasangan suami istri. Keadaan malam midodareni harus cukup tenang dan suasana khidmat, tidajk terdengar percakapan-percakapan yang terlalu keras.
Para tamu bercakap-cakap dengan tamu lain yang berdekatan saja. Pada pukul 22:00 - 24:00 para tamu diberikan hidangan makan dan sedapat mungkin nasi dengan lauk-pauk opor ayam dan telur ayam kampung, ditambah dengan lalapan daun kemangi.
Perlengkapan yang diperlukan untuk upacara panggih :
1) Empat sindur untuk dipakai oleh kedua belah orang tua
2) Empat meter kain mori putih yang dibagi menjadi dua bagian masing-masing dua meter
3) Dua lembar tikar yang akan dipergunakan untuk duduk pengantin putri pada waktu di rias
4) Dua buah kendhi untuk siraman pengantin putra-putri
5) Dua butir kelapa gading yang masih utuh dan masih pada tangkainya
6) Sebutir telur ayam kampung yang masih mentah dan baru
7) Sebungkus bunga setaman
Cool Satu buah baskom / pengaron yang telah ada air serta gayungnya untuk upacara membasuh kaki pengantin putra
9) Dua helai kain sindur dengan bentuk segi empat digunakan pada upacara tanpa kaya atau kantongan yang terbuat dari kain apa saja.
10) Daham klimah yaitu upacara makan bersama-sama (dulangan) atau suap-suapan pengantin putri menyuapi pengantin putra dan sebaliknya
11) Dahar klimah, pada upacara dahar klimah makanan yang perlu disiapkan adalah : nasi kuning ditaburi bawang merah yang telah digoreng dan opor ayam. Pada upacara tanpa kaya yang perlu disediakan ialah : kantongan yang berisi uang logam, beras, kacang tanah, kacang hijau, kedelai, jagung dan lain-lain.
3. Upacara Akad Nikah
Upacara akad nikah dilaksanakan menurut agamanya masing-masing. Dalam hal ini tidak mempengaruhi jalannya upacara selanjutnya. Bagi pemeluk agama Islam akad nikah dapat dilangsungkan di masjid atau mendatangkan Penghulu. Setelah akad nikah diberikan petunjuk sebagai berikut : Setelah upacara akad nikah selesai,pengantin putra tetap menunggu di luar untuk upacara selanjutnya. Yang perlu mendapatkan perhatian ialah selama upacara akad nikah pengantin putra boleh mengenakan keris (keris harus dicabut terlebih dahulu) dan kain yang dopakai oleh kedua pengantin tidak boleh bermotif hewan begitu pula blangkon yang dipakai pengantin putra. Bagi pemeluk agama Katholik atau Kristen akad nikah dilangsungkan di gereja. Untuk pemeluk agama Katholik dinamakan menerima Sakramen Ijab, baik agama Islam maupun Katholik atau Kristen pelaksanaan akad nikah harus didahulukan dan setelah selesai Ijab Kabul barulah upacara adat dapat dilangsungkan.
4. Upacara Panggih
Bagian I
Upacara balangan sedah / lempar sirih yaitu pengantin putra dan pengantin putri saling melempar sirih, setelah itu disusul dengan berjabat tangan tanda saling mengenal.
Bagian II
Upacara Wiji Dadi
Sebelum pengantin putra menginjak telur, pengantin putri membasuh terlebih dahulu kedua kaki pengantin putra.
Bagian III
Upacara sindur binayang yaitu pasangan pengantin berjalan dibelakang ayah pengantin putri, sedangkan ibu pengantin putri dibelakangnya pengantin tersebut. Hal ini mempunyai makna Bapak selalu membimbing putra-putrinya menuju kebahagiaan, sedangkan Ibu memberikan dorongan “tut wuri handayani”
Bagian IV
Timbang (Pangkon) dan disusul upacara tanem
Upacara tanem yaitu Bapak pengantin putri mempersilahkan duduk kedua pengantin di pelaminan yang bermakna bahwa Bapak telah merestui dan mengesahkan kedua pengantin menjadi suami istri.
Bagian V
Upacara tukar kalpika yang disebut juga tukar cincin yaitu memindahkan dari jari manis kiri ke jari manis kanan dan dilaksanakan saling memindahkan. Hal ini mempunyai makna bahwa suami istri telah memadu kasih sayang untuk mencapai hidup bahagia sepanjang hidup.
Bagian VI
Kacar-kucur (tanpa kaya)
Upacara kacar-kucur atau disebut guna kaya yang bermakna bahwa hasil jerih payah sang suami diperuntukkan kepada sang istri untuk kebutuhan keluarga.
Bagian VII
Kembul Dhahar “ Sekul Walimah “
Upacara kembul dhahar yaitu kedua pengantin saling suap-suapan secara lahap. Hal ini bermakna bahwa hasil jerih payah dan rejeki yang diterimanya adalah berkat Rahmat Tuhan dan untuk mencukupi keluarganya. Segala suka dan duka harus dipikul bersama-sama.
Bagian VIII
Pengantin putra dengan sabar menunggu pengantin putri menghabiskan Dhaharan.Biasanya Ibu lebih sayang untuk membuang makanan. Hal ini bermakna agar Tuhan selalu memberikan rezeki dan selalu mensyukuri rezeki yang diterimanya.
Bagian IX
Upacara Mertuwi
Bapak dan Ibu pengantin putra datang dijemput oleh Bapak dan Ibu pengantin putri untuk menjenguk pengesahan perkawinan putrinya. Setelah dipersilahkan duduk oleh Bapak dan Ibu pengantin putri lalu dilangsungkan upacara sungkeman. Apabila Ayah atau Bapak pengantin putra telah meninggal dunia, maka sebagai gantinya yaitu kakak pengantin putra atau pamannya.
Bagian X
Upacara Sungkeman
Upacara sungkeman / Ngebekten yaitu kedua pengantin berlutut untuk menyembah kepada Bapak dan Ibu dari kedua pengantin. Dalam hal ini bermakna bahwa kedua pengantin tetap berbakti kepada Bapak / Ibu pengantin, serta mohon doa restu agar Tuhan selalu memberikan rahmatnya.
ARTI ISTILAH DAN MAKNANYA
1. TARUB
Kata benda yang menunjukan pengertian dari satu “ bangunan darurat “ yang khusus didirikan pada dan di sekitar rumah orang yang mempunyai hajat menyelenggarakan peralatan perkawinan / Ngunduh Temanten, dengan tujuan rasional dan irrasional.
Rasional : Membuat tambahan ruang untuk tempat duduk tamu dan lain-lainnya
Irrasional : Karena pembuatan tarub menurut adat harus disertai dengan macam macam persyaratan khas yang disebut srana-srana / sesaji, maka yang demikian itu mempunyai tujuan “ keselamatan lahir batin “ dalam memangku-kerja-perkawinan itu dalam arti luas
Adapun Srana Tarub yang pokok disebut tuwuhan dengan maksud supaya berkembang di segala bidang bagi kedua mempelai terdiri dari :
a) Sepasang pohon pisang-raja yang berbuah, maknanya secara singkat adalah :
• Agar mempelai kelak menjadi pimpinan yang baik bagi keluarganya/ lingkungannya/bangsanya
• Seperti pohon pisang dapat tumbuh dan hidup di mana saja maka diharapkan bahwa mempelai berdua pun dapat hidup dan menyesuaikan diri di lingkungan mana pun juga dan berhasil (berubah)
b) Sepasang Tebu Wulung
Tebu : antipening kalbu = tekad yang bulat
Wulung : mulus = matang
Maknanya, dari mempelai diharapkan agar segala sesuatu yang sudah dipikir matang-matang dikerjakan/dilaksanakan dengan tekad yang bulat, pantang mundur (“mulat sarira hangrasawani”)
c) Dua janjang kelapa gading yang masih muda
Kelapa gading : Kelapa yang kulitnya kuning
Kelapa muda : cengkir
Maknanya, kencengin pikir = kemauan yang keras
Dari mempelai diharapkan agar memiliki “kemauan yang keras” untuk dapat mencapai tujuan
d) Daun : beringin
Daun : Maja
Daun : Koro
Daun : Andong
Daun : Alang-alang
Daun : Apa-apa (daun dadap srep)
Maknanya, diharapkan dari mempelai kelak dapat tumbuh seperti pohon beringin, menjadi pengayom lingkungannya dan agar semuanya dapat berjalan dengan selamat sentosa lahir batin (aja ana-sekoro-koro kalis alangan sawiji apa)
2. SRANA/SESAJI TARUB
Menunjukkan pengertian baik kata benda maupun kata kerja, yang berarti membuat/mempersiapkan semua persyaratan barang-barang baik yang berujud (materiil) maupun yang tidak berujud (spirituil) yang diperlukan untuk pelengkap syarat pembuatan tarub sesuai dan menurut kepercayaan dan pengertian tradisi/adat.
3. NGUNDUH ATAU NGUNDUH TEMANTEN
Kata-kata Ngunduh = memetik yang dilakukan khusus oleh orang tua dari mempelai lelaki, yang berarti mendatangkan mempelai berdua di rumah orang tua mempelai lelaki, biasanya setelah 5 hari anaknya lelaki itu berada di rumah mertuanya sejak hari dilangsungkan perkawinannya, untuk secara bergantian dirayakan di rumah orang tuanya sendiri (orang tua mempelai lelaki) dengan maksud untuk memperkenalkan mempelai kepada keluarganya dan handai taulan.
4. SRANA NGUNDUH
Idem dengan No.2 di atas, untuk ucapan “ Ngunduh Tematen “
5. PETANEN ATAU KROBONGAN
Kata benda petanen atau krobongan yakni kamar tengah dari dalem = bangunan rumah yang dibelakang. Bangunan rumah yang didepan namanya Pendapa
Kamar tengah yang disebut petanen ini biasanya selalu dihiasi atau bahasa Jawa di robyong. Tempat yang dirobyong itu lalu disebut Krobongan . Petanen atau juga disebut krobongan ini adalah kamar yang disediakan untuk DEWI SRI yaitu dewinya pertanian (Jawa = petanen)
Dalam upacara perkawinan, maka setelah temu atau panggih, kedua mempelai lalu duduk di muka petanen ini. Disitulah dilakukan ucapan-ucapan kelanjutannya, misalnya: nimbang, kacar-kucur atau sungkem dan lain-lainnya. Sesuai dengan perkembangannya sekarang krobongan disebut pelaminan yang bentuknya disesuaikan dengan situasi dan kondisi.
6. KEMBAR MAYANG
Terdiri dari 2 kata,
Kembar : dua benda yang sama bentuknya dan ukurannya
Mayang : bunga pohon pinang
Jadi artinya, sepasang benda yang dirangkai dalam bentuk tertentu dengan bunga pinang guna keperluan mempelai. Akan tetapi arti sebenarnya dimaksudkan disini melambangkan suatu “pohon hayat” dalam bentuk sekaligus berfungsi sebagai dekorasi.
7. TEMANTEN ATAU PENGANTIN
Artinya Mempelai
8. PRABOT TEMANTEN
Segala sesuatu yang perlu bagi seorang temanten, terutama sekali mengenai pakaian tradisional temanten menurut adat
9. “ PINISEPUH “ PUTRI
Dalam arti sempit :
Ahli waris wanita yang dekat hubungannya dengan keluarga dan yang kedudukannya dalam lingkungan keluarga itu lebih tua dari sang mempelai, misalnya :
• Dari garis lurus ke atas (adscendenten) Ibu, nenek putri, eyang buyut dan seterusnya
• Dari garis samping Kakak perempuan, bibi (tante, oudtante) dan seterusnya.
Dalam arti luas :
Yang disebut di atas + wanita-wanita lain yang tua usianya dan sangat akrab hubungannya dengan keluarga yang bersangkutan (bahasa Jawa disebut Kewula-keraga)
10.“ PINISEPUH “ KAKUNG
Idem dengan No.9 diatas tetapi untuk pengertian lelaki
11.NGANTHI
Kata kerja Nganthi berarti membimbing fisik = mendampingi dan memegangi tangan dari sang mempelai
12.SINDUR
Semacam selendang yang warnanya merah bertepikan putih, melambangkan persatuan dari unsur bapak dan unsur ibu. Sindur ini dalam upacara perkawinan :
a) Dipakai sebagai ikat pinggang oleh orang tua (bapak dan ibu) yang menyelenggarakan peralatan mantu.
b) Dipakai sebagai salah satu sarana dalam upacara perkawinan yaitu setelah mempelai bergandengan tangan (Jawa : kanthen) berjalan menuju ke tempat duduk pengantin, maka salah seorang pinisepuh putri (biasanya ibunda mempelai) mengikuti berjalan dekat di belakang mempelai berdua sambil menyelimutkan sehelai sindur sebagai lambang persatu paduan jiwa raga suami istri yang abadi.
Sindur diartikan kependekan dari sin = isin/malu, Ndur = mundur (malu untuk mundur)
Bahwa tujuan perkawinan antara lain adalah untuk meneruskan kehidupan generasi melalui pembangunan keluarga sejahtera.
Segala rintangan/hambatan tidak akan melemahkan keyakinan dirinya terhadap apa yang harus diperjuangkan dalam usaha membangun suatu keluarga sejahtera, terlebih-lebih dengan disertai do’a restu orang tua kedua pengantin, maka apapun yang akan dihadapinya akan terus diperjuangkan sampai terwujudnya harapan serta cita-citanya tersebut.
13.NGABAKTEN / SUNGKEM
Suatu kewajiban moral tradisional bagi sang mempelai untuk secara fisik menunjukkan/menyatakan bakti dan hormatnya lahir batin kepada orang tua dan para pinisepuhnya dengan gerakan tertentu, seraya mohon do’a restu dan mendapat ridho dari Tuhan agar selalu mendapatkan bimbingan dan petunjuk di dalam membangun keluarga dan berguna bagi Nusa dan Bangsa.
Pada saat akan sungkem kedua pengantin melepas selop dan keris yang dikenakan pengantin pria. Hal ini dimaksudkan bahwa kedua mempelai dengan sepenuh hati telah siap akan bersujud kepada orang tua pengantin dan pinisepuh
14.GANTI BUSANA
Upacara mempelai untuk sementara waktu meninggalkan tempat duduknya berjalan menuju kamar rias untuk ganti pakaian dengan diiringi oleh beberapa orang pinisepuh, saudara-saudaranya (laki-laki dan perempuan) dan lain-lain anggota keluarga terdekat yang ditunjuk.
15.BESAN
Sebutan yang dipakai untuk menunjukkan hubungan kekeluargaan antara orang tua dari mempelai lelaki dan orang tua dari mempelai wanita.
16.MERTUA
Sebutan yang dipakai untuk menunjukkan hubungan kekeluargaan bagi mempelai lelaki terhadap orang tua dari mempelai wanita dan bagi mempelai wanita terhadap orang tua dari mempelai lelaki (parent in laws)
17.AMONG TAMU
Tugas khusus untuk menerima dan mengantar para tamu ke tempat duduknya, menurut ketentuan protokol.
18.GAMELAN
Seperangkat (unit dari salah satu macam alat-musik Indonesia) disiapkan untuk lebih menyemarakkan suasana
19.KERIS
Suatu benda semacam senjata-tajam yang mempunyai bentuk khusus dan dianggap keramat berfungsi antara lain sebagai salah satu perabot dari pada pakaian kebesaran secara adat Jawa.
20.PAKAIAN SIKEPAN CEKAK / ALIT
Salah satu model pakaian pengantin yang dipakai setelah kembali dari ganti menuju ketempat duduknya. Model ini yang biasa digunakan oleh para pangeran saat upacara2 kebesaran.
21. DIJEJERKAN
Diatur agar mempelai berdua berdiri berjajar.
22. PAMITAN
Para tamu mohon diri kepada orang tua kedua mempelai untuk pulang kembali ke tempat masing2.
23. NANDUR
Gerakan dari orang tua laki-laki untuk mendudukan kedua pengantin di pelaminan dengan menekankan tangan di pundak pengantin pria dan wanita yang dapat diartikan bahwa setiap orang tua dengan kasih sayangnya tetap akan selalu memberikan petunjuk2 dan pengarahan yang benar dengan harapan hendaknya segala sesuatu yang dilaksanakan selalu didasari budi yang baik dan luhur.
Nandur = menanam
Dimaksukdkan bahwa akan tumbuh hidup subur dan dari kesuburan tersebut dihasilkan buah yang bagus dan berguna.
24.IMBAL WICARA
Dialog/percakapan yang dilaksanakan pada saat serah terima kedua pengantin dari orang tua pengantin putri kepada orang tua pengantin putra
25. BOMBYOK KERIS / KOLONG KERIS
Suatu kelengkapan busana kebesaran bagi pengantin yang terdiri dari untaian / rangkaian bunga dan mawar dengan warna putih dan merah yang artinya sama dengan arti sindur
26. OMBYONG
Sebutan bagi rombongan pengiring pengantin yang biasanya terdiri dari para keluarga terdekat pengantin pria/wanita yang telah ditentukan
27. NGARAK TEMANTEN
Kata kerja “ngarak” berarti membimbing secara bersama-sama dalam bentuk rombongan
28. MENGAPIT
Dapat diartikan mendampingi di sebelah kanan dan kiri yang dapat dilakukan dalam posisi duduk, berdiri atau berjalan
29. BUCALAN = BUANGAN
Kata benda dari sesaji yang akan ditempatkan / dibuang di tempat-tempat tertentu (route perjalanan dan kompleks penyajiannya telah diuraikan di depan / skenario)
Kata kerja dari pelaksanaan penyajian sesaji bucalan gecok mentah dengan maksud mengharapkan partisipasi dari para bahu rekso (makhluk yang tidak kelihatan) maupun yang kelihatan, untuk menjaga jalan-jalan yang akan dilalui pengantin dan juga ditempat-tempat yang akan dipakai tempat upacara/perhelatan dan diminta supaya tidak mengganggu pengantin sekalian, beserta orang tuanya, keluarganya, pengiringnya, tamu-tamunya, para panitia dan pembantunya dan lain-lain. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan hajat Ngunduh Temanten tersebut selamat hingga upacara selesai dengan paripurna khususnya kepada pengantin sekalian diberikan rakhmat, sejahtera dan bahagia lahir batin
30. SIRAMAN
Menunjukkan pengertian kata benda dari kata “siram” yang berarti suatu perbuatan tradisional mandi bagi setiap orang calon mempelai wanita maupun pria menjelang akad nikah.
Untuk keperluan ini diperlukan pula syarat-syarat atau sesaji-sesaji yang disebut “sirna siraman” yang ujudnya sesuai dengan uraian pada skenario.
Upacara siraman (mandi mempelai) ini dipimpin dan dilakukan/dibantu oleh para ahli waris terdekat yang sudah tua usianya baik dari garis bapak maupun dari garis ibu (sesuai masyarakat adat yang bersifat ke bapak ibuan = perenteel)
31. PAES
Menunjukkan kata benda dari kata kerja maesi, yang berarti merias dahi calon mempelai wanita oleh seorang wanita ahli dalam tugas ini, agar wajah si calon mempelai wanita terlihat lebih cantik lagi mirip gambaran wajah seorang bidadari.
32. KEMBANG SETAMAN
Beberapa macam bunga yang dicampur satu dalam sebuah tempat/wadah yang berisi air tawar


sumber :http://www.wonosari.com

Thursday, July 8, 2010

Konfigurasi kabel UTP untuk Jaringan

Tutorial singkat ini cocok sekali buat Anda yang sedang membuat jaringan komputer ‘MURAH’ khususnya yang terdiri lebih dari dua client yang pake hub (jauh lebih murah daripada router ). To the point! Apa sih kabel UTP itu? Kabel UTP itu adalah kabel khusus buat transmisi data. UTP, singkatan dari “Unshielded Twisted Pair”. Disebut unshielded karena kurang tahan terhadap interferensi elektromagnetik. Dan disebut twisted pair karena di dalamnya terdapat pasangan kabel yang disusun spiral alias saling berlilitan. Ada 5 kategori kabel UTP. Dari kategori 1 sampai kategori 5. Untuk jaringan komputer yang terkenal adalah kategori 3 dan kategori 5.Gambar kabel UTP

Gambar Kabel UTP

Kategori 3 bisa untuk transmisi data sampai 10 mbps, sedang kategori 5 sampai 100 mbps. Kalau hanya buat misalnya jaringan komputer di kantor atau kampus atau warnet, paling hemat ya menggunakan yang kategori 3. Itu sudah lebih dari cukup.Setahu penulis ada banyak merek yang beredar di pasaran, hanya saja yang terkenal bandel dan relatif murah adalah merek Belden – made in USA. Kalau mau yang lebih murah dan penggunaannya banyak, maka beli saja yang satu kotak, panjangnya sekitar 150 meter. Jangan lupa beli konektornya. Konektornya bentuknya seperti colokan telepon hanya saja lebih besar. Bilang saja mau beli konektor RJ-45.

rj-45.jpg
Foto RJ – 45 yang masih baru, belum di gencet pake tang

Satu lagi yang sangat penting, Anda harus punya tang khusus buat memasang konektor ke kabel UTP, istilah kerennya adalah “crimp tool”. Alat ini gunanya untuk ‘mematikan’ atau ‘menanam’ konektor ke kabel UTP. Jadi sekali sudah di ‘tang’, maka sudah tidak bisa dicopot lagi konektornya. Dan kalau mau yang lebih OK, biar tidak nanggung maka beli pula sebuah LAN tester. Anda bisa membeli yang merek dari Taiwan saja agar lebih murah. Bentuknya seperti kotak dan ada lampu LED-nya delapan pasang dan bisa kedap-kedip.

crimp-tool.jpg

Gambar Crimp ToolOK sekarang peralatan udah siap, penulis mulai saja. Secara umum, pemasangan kabel UTP tersebut ada dua tipe, yaitu tipe straight dan tipe cross. Disebut tipe straight soalnya masing-masing kabel yang jumlahnya 8 itu berkorespondensi 1-1, langsung. Sedangkan disebut cross soalnya ada persilangan pada susunan kabelnya. Bingung?OK! Untuk tipe straight itu digunakan untuk menyambungkan kabel dari client ke hub. Sedangkan untuk tipe cross adalah untuk client langsung terhubung ke client (cpu to cpu) atau juga dari hub ke hub.

Kita bahas dulu yang tipe straight

Tipe ini adalah yang paling gampang dibuat. Kenapa? Soalnya langsung korespondensinya 1-1. Standar urutannya begini (dilihat dari lubang konektor, dari kiri ke kanan – lihat Gambar 4) : 2 oranye – 1 hijau – 2 biru – 1 hijau – 2 coklat . 2 oranye disini maksudnya pasangan oranye muda sama oranye tua dan seterusnya. Tapi tidak usah ikut standar pewarnaan itu juga sebenarnya tidak masalah. Yang penting urutan kabelnya. Misal ujung pertama urutan pin pertamanya oranye muda, maka ujung yang lain urutan pin pertamanya juga harus oranye muda, jadi antar ujung saling nyambung. Sebenarnya tidak semua pin tersebut digunakan.

Yang penting adalah pin nomor 1,2,3 dan 6. Jadi misal yang disambung hanya pin 1,2,3 dan 6 sedangkan pin yang lain tidak dipasang, tidak jadi masalah. Untuk lebih jelasnya silakan lihat gambar di bawah yang penulis foto dari sebuah buku.

link1.gif

Gambar konfigurasi pemasangan kabel untuk tipe straight (kiri) dan cross (kanan)

Waktu akan memasangnya, maka potong ujung kabelnya, kemudian susun kabelnya trus diratakan dengan pisau potong yang ada pada crimp tool. Andak tidak perlu repot harus melepaskan isolasi pada bagian ujung kabel, karena waktu Anda memasukan kabel itu ke konektor lalu ditekan (pressed) dengan menggunakan crimp tool, sebenarnya saat itu pin yang ada di konektor menembus sampai ke dalam kabel. Perhatikan, agar penekannya (pressing) yang keras, soalnya kalau tidak keras kadang pin tersebut tidak tembus ke dalam isolasi kabelnya. Kalau sudah kemudian Anda test menggunakan LAN tester. Masukkan ujung ujung kabel ke alatnya, kemudian nyalakan, kalau lampu led yang pada LAN tester menyala semua, dari nomor 1 sampai 8 berarti Anda telah sukses. Kalau ada salah satu yang tidak menyala berarti kemungkinan pada pin nomor tersebut ada masalah. Cara paling mudah yaitu Anda tekan (press) lagi menggunakan tang. Kemungkinan pinnya belum tembus. Kalau sudah Anda tekan tetapi masih tidak nyambung, maka coba periksa korespondensinya antar pin udah 1-1 atau belum. Kalau ternyata sudah benar dan masih gagal, berarti memang Anda belum beruntung. Ulangi lagi sampai berhasil.

td014_256553.jpg
LAN TESTER – alat untuk memeriksa benar tidaknya sambungan kabel. Untuk tipe straight jika benar maka led 1 sampai 8 berkedip.

Berikut adalah gambar dari bawah dari ujung kabel UTP yang sudah dipasangi konektor dan berhasil dengan baik (urutan pewarnaan pinnya ikut standar):

utp7.jpg
urutan pin standar

Dan kalau yang ini tidak standar, coba perhatikan urutan warna pinnya, sangat tidak standar, tapi tetap saja bisa, yang penting korespondensinya satu satu (khusus tipe straight):

utp8.jpg
urutan pin TIDAK standar

Tipe Cross

Untuk tipe cross itu digunakan untuk menyambungkan langsung antar dua PC, atau yang umumnya digunakan untuk menyambungkan antar hub. (misalnya karena colokan di hubnya kurang). Cara pemasangannya juga sebenarnya mudah, sama seperti tipe straight, pin yang digunakan juga sebenarnya hanya 4 pin saja, yaitu pin 1, 2, 3 dan 6. Yang berbeda adalah cara pasangnya. Kalau pada tipe cross, pin 1 disambungkan ke pin 3 ujung yang lain, pin 2 ke 6, pin 3 ke 1 dan pin 6 ke 2. Praktisnya begini, pada ujung pertama Anda bisa susun pinnya sesuai standar untuk yang tipe “straight”, sementara itu di ujung yang lain Anda susun pinnya sesuai standar buat tipe “cross”. Masih bingung? Begini cara mudahnya : Ujung pertama:

  1. oranye muda
  2. oranye tua
  3. hijau muda
  4. biru tua
  5. biru muda
  6. hijau tua
  7. coklat muda
  8. coklat tua

Maka di ujung yang lain harus dibuat begini:

  1. hijau muda
  2. hijau tua
  3. orange muda
  4. biru tua
  5. biru muda
  6. orange
  7. coklat muda
  8. coklat tua

Sudah agak lebih mengerti? Jadi disini posisi nomor 1, 2, 3 dan 6 yang ditukar. Nanti jika dites menggunakan LAN tester, maka nantinya led 1, 2, 3 dan 6 akan saling bertukar. Kalau tipe straight menyalanya urutan, sedangkan tipe cross ada yang lompat-lompat. Tapi yang pasti harus menyalasemua setiap led dari nomor 1 sampai 8.OK, selamat membangun jaringan komputer. Semoga Anda bisa berhasil sewaktu memasang konektor pada kabelnya. Semoga ilmu ini berguna buat Anda, soalnya waktu dulu penulis pertama kali membuat jaringan hasilnya lucu sekali, untuk mengupas kabelnya penulis masih menggunakan cutter, padahal sudah ada fasilitasnya di crimp toolnya. Tambah lagi ujung-ujungnya tiap kabel penulis kelupas lagi menggunakan cutter, padahal yang betul tidak perlu dikupas satu-satu, biarkan saja rata, karena nantinya apabila di ‘crimp tool’ maka pin tersebut masing-masing akan tembus ke dalam kabelnya. Semoga Anda tidak melakukan hal sama seperti penulis dulu.Demikian tulisan mengenai cara membuat sambungan kabel UTP untuk jaringan komputer. Semoga berguna bermanfaat…



SUMBER http://alieth.wordpress.com